Minggu, 24 Juni 2012


Kemarin aku habis main dari rumahnya Annisa yang ada di Mburing. Main-main sama adek-adeknya yang asik. Lalu,HP ku bunyi. Mamaku nelfon,
“Ni,alamat rumahnya Annisa dimana?”
“Mburing,nanti di sms tak kasih ancer-ancernya.”
“Pulango sekarang, dijemput ayah!”
“Lho kenopo loo Maa? Aku masih sebentar main di rumahnya Annisa,kok wis disuruh pulang.”
“Westalah,ada urusan.”
Telepon mama diputus. Aku kaget kenapa mama kayak gitu. Lalu,setelah aku kasih ancer-ancernya,sekitar satu jam an ,ayahku njemput. Aku pulang ke rumah. Eits,bukan ke rumah. Tapi ke Bareng. Rumahnya Nenek sama Kakekku.
Pas aku tiba. Semuanya ramai. Banyak orang pakai baju putih-putih. Sebagian orang menangis tersedu-sedu. Kakekku bersandar pada bahu Tanteku,Tante Diah. Sementara Mama dan Mbakku,disampingnya.
“Ada apa ini?”
“Mbah Ti meninggal.” Jawab Mbakku pelan.
Aku langsung lari ke dalam. Memastikan kalau itu nggak beneran. Setelah udah menemukan yang aku cari, semuanya bener.
Nenekku udah kaku diatas kasur dan diselimuti kain putih. Aku nangis. Ga tahan.

Padahal…

Dua hari yang lalu,
Aku jalan-jalan sama nenekku ke alun-alun batu..

Naik biang lala..

Makan gula kapas..

Terus pulang,

Dan nidurin aku sambil dipijet :3

Aku nggak percaya semua bakal terjadi. Nenekku pergi lebih cepat. Sementara aku menangis, nenekku dimasukkan ke dalam ambulans dan dimakamkan.
Badanku ringan,dan aku terjatuh.
Sesuatu membuatku sadar, dan aku terbangun.
Mataku sembab, sementara jam menunjukkan pukul 10.00 malam. Aku dengar suara yang aku kenal.
Aku langsung menuruni tangga dengan cepat,dan..
Kamu pasti nggak percaya,

“Halo,nduk. Mbah Ti wis suwe ora ketemu awakmu…”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar