Kemarin
aku habis main dari rumahnya Annisa yang ada di Mburing. Main-main sama
adek-adeknya yang asik. Lalu,HP ku bunyi. Mamaku nelfon,
“Ni,alamat rumahnya
Annisa dimana?”
“Mburing,nanti di
sms tak kasih ancer-ancernya.”
“Pulango sekarang,
dijemput ayah!”
“Lho kenopo loo Maa?
Aku masih sebentar main di rumahnya Annisa,kok wis disuruh pulang.”
“Westalah,ada
urusan.”
Telepon
mama diputus. Aku kaget kenapa mama kayak gitu. Lalu,setelah aku kasih
ancer-ancernya,sekitar satu jam an ,ayahku njemput. Aku pulang ke rumah. Eits,bukan
ke rumah. Tapi ke Bareng. Rumahnya Nenek sama Kakekku.
Pas
aku tiba. Semuanya ramai. Banyak orang pakai baju putih-putih. Sebagian orang
menangis tersedu-sedu. Kakekku bersandar pada bahu Tanteku,Tante Diah. Sementara
Mama dan Mbakku,disampingnya.
“Ada
apa ini?”
“Mbah
Ti meninggal.” Jawab Mbakku pelan.
Aku
langsung lari ke dalam. Memastikan kalau itu nggak beneran. Setelah udah
menemukan yang aku cari, semuanya bener.
Nenekku
udah kaku diatas kasur dan diselimuti kain putih. Aku nangis. Ga tahan.
Padahal…
Dua
hari yang lalu,
Aku
jalan-jalan sama nenekku ke alun-alun batu..
Naik
biang lala..
Makan
gula kapas..
Terus
pulang,
Dan
nidurin aku sambil dipijet :3
Aku
nggak percaya semua bakal terjadi. Nenekku pergi lebih cepat. Sementara aku
menangis, nenekku dimasukkan ke dalam ambulans dan dimakamkan.
Badanku
ringan,dan aku terjatuh.
Sesuatu
membuatku sadar, dan aku terbangun.
Mataku
sembab, sementara jam menunjukkan pukul 10.00 malam. Aku dengar suara yang aku
kenal.
Aku
langsung menuruni tangga dengan cepat,dan..
Kamu
pasti nggak percaya,
“Halo,nduk. Mbah Ti
wis suwe ora ketemu awakmu…”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar