Gadis itu terdiam sejenak, jantungnya serasa berhenti berdetak.
dia mencoba menurunkan lagi isi pesan dari sahabatnya,
"Aku harap,kamu tidak sedih kalau aku nggak ada. Aku minta maaf."
Gadis itu bingung,lalu jarinya melompat-lompat diatas keypad HP nya. Mencoba merangkai beberapa kalimat yang kosong,namun masih cukup jelas dibaca.
DONE.
Pesan itu terkirim kepada sahabatnya. Lalu dalam hati bertanya "Apakah,kankernya?" Gadis itu menggeleng dan mengelak pertanyaan itu jauh-jauh. Mencoba berfikir positif.
"Kenapa dia bilang gitu ?"
CRING. Pesan datang.
Dia membaca satu persatu kata dari sahabatnya,dan dugaannya benar.
Dijelaskan secara rinci, bahwa ... umurnya tinggal seminggu.
Buliran bening itu berlomba-lomba jatuh ke bawah,hatinya sesak, tak bisa menahan semua perasaan yang entah bagaimana rasanya.
Dia tetap sahabatnya,walaupun itu pernah melukai hatinya.
Dalam hatinya dia berkata ,"aku sayang kamu.aku nggak rela kamu pergi"
Kini,matanya sembab,sudah banyak air mata yang jatuh untuk sahabatnya. Sahabat yang dia sayangi ,walaupun hanya 1 tahun bersama ,sekelas.
Kini,dia mencoba menenangkan sahabat itu melalui pesan-pesannya yang lagi-lagi terasa kosong.
Otaknya memutar,inilah saatnya untuk mendoakan dia supaya cepat sembuh.
Dalam sholatnya,gadis itu berkata sambil menyeka air matanya ,"aku tidak ingin dia pergi Ya Allah. Tarik penyakit itu jauh-jauh, kumohon,aku sangat menyayanginya."
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar